PINDAH SEKOLAH
Inilah hari pertama ku menempati tempat tinggal baru dan merasakan suasana baru , dan mungkin sebentar lagi akan merasakan sekolah baru . Alasan aku pindah , karna aku menuruti keinginan ayah ku yang katanya , "agar kita lebih dekat dengan keluarga , karena kekuatan yang besar itu berada pada keluarga" . Sebenarnya sih , aku kurang setuju dengan kebijakan ayahku itu , tapi aku tidak bisa membantah , mungkin dibalik ini semua ada hikmahnya .
Hari ini adalah hari pertama aku akan masuk sekolah baru , memakai seragam sekolah baru , dan siap-siap melihat teman baru .
"Bii aku takut pergi sekolah !" ujar aku pada bibi ku yang sedang menungguku depan pintu .
"Kenapa ? Kamu ngak usah takut , siapa tau disana temanmu orangnya baik-baik" jawab bibi ku .
"Itukan menurut bibi , kalau mereka tidak seperti yang bibi katakan bagai bagamana ?" ujar aku .
"Sudah... ayo cepat, kalau tidak kita bisa terlambat !" Panggil bibi sambil menyalakan motor .
Sesampai di Sekolah , aku dan bibi menuju ruangan TU untuk menemui salah satu guru yang akan mengantarkan aku ke ruangan kelas . Ternyata aku ditempatkan di kelas XI IPA 3 letaknya di gedung pertama lantai satu paling ujung dari kiri .
Pertama masuk kelas aku sudah mendapat teman baru yang cukup asyik , mereka adalah Maya , Rany dan Lisa .
Aku satu bangku dengan Rany , dan Maya sama Lisa . Baru saja kenal tetapi kita sudah merasa akrab .
"Kamu pindahan dari sekolah mana ?" Tanya Rany kepadaku .
"Aku pindahan dari SMAN 1 BIMA" jawab aku .
"Kenapa kamu pindah ?" Tanya Rany .
"Hehehe" jawab aku dengan tertawa kecil .
Setelah beberapa hari aku di kelas XI IPA 3 . Rasanya nyaman , muridnya asyik-asyik , suru dan mereka selalu ketawa . Tapi , pada saat belajar mengajar berlangsung , tiba-tiba datang dua siswa cowok .
"Assalamualaikum pak guru" Salam kedua anak itu .
"Waalaikumsalam nak,,ada apa ?" tanya pak.guru kepada kedua anak tersebut .
"Kita mau panggil siswa baru pak , soalnya namanya ada di absen XI IPA 2" jawab dua cowok itu .
Saat berjalan menuju kelas XI IPA 2 yang berada di lantai dua paling ujung . Saat berada depan kelas XI IPA 2 , aku mengetuk pintu dan terlihatlah seorang laki-laki yang berpakaian seorang guru , dia adalah Pak Iksan guru kimia .
"Sini masuk nak" kata pak Iksan dengan memberikan senyuman .
Aku masuk dalam ruangan itu dengan sangat gugub .
"Perkenalkan nama mu nak " Ujar pak Iksan .
"Perkenalkan nama saya Rigida Firodian" Ucap saya dengan gugub .
"Ya sudah nak , silahkan duduk !" ujak pak Iksan .
Saat bel keluar main berbunyi , aku merasa sunyi , sepi , tidak ada teman ngobrol , teman becanda , teman tertawa . Tiba-tiba datang seorang cewek cantik yang mau mengajak aku ngobrol , dia itu adalah Laily .
"Hai Rigida" sapa Laily sambil tersenyum .
"Ia... siapa nama kamu ?" tanya aku .
"Nama aku Laily, kamu tinggal dimana?" tanya Laily .
"Aku tinggal di Doro To i " kata aku .
"Oh berarti kamu satu kampung sama Anis" kata Laily .
"Oh ia . Kalau boleh tahu Anis itu yang mana ?" tanya aku .
"Ia dah nanti aku kenalin kamu dan yang lain-lainnya" kata Laily .
Setelah beberapa hari aku belajar di XI IPA 2 , aku masih saja belum teman ngobrol . Saat itu , aku merasa seperti tidak di anggap di kelas itu .
Aku selalu sedih , dan rindu pada teman-temanku yang dulu .
Karna itu aku tidak konsen dengan pelajaran ku , semua nilai ulangan harian dan mid smester aku anjlok .
Sampai suatu hari aku mengeluh pada Mama ku .
Aku :"ma aku tidak mau sekolah disitu lagi ! Aku merasa aku tidak dianggap dikelas itu"
Mama : "kamu tidak boleh berpikir negatif begitu nak ! Mama yakin pasti mereka itu orangnya baik-baik , mungkin kamu saja yang tidak bisa beradaptasi dengan mereka"
Aku : "Aku mau pindah aja ma , aku tinggal di rumah Nenek di Melayu"
Mama : "Kamu ngak usah mikir yang aneh-aneh nak , sudah jalani saja! Mama tidak suka kalau kamu menjadi anak yang tidak patuh sama orang tua"
Aku : "Kalau begitu aku harus bagaimana ma ?"
Mama : "Sudah, kamu tetap sekolah disini saja."
Aku : "Aku ngak mau ma !"
Mama : "Kamu itu baru sebentar sekolah di sini , nanti kalau sudah lama kamu pasti akan terbiasa dan merasa nyaman ."
Setelah aku pertimbangkan , aku memilih untuk tetap sekolah di sini. Aku pikir pindah sekolah pasti perlu biaya lagi dan biayanyapun pasti lebih mahal . Aku tidak mau membebani kedua orang tua ku . Aku juga berfikir mungkin semua akan lebih baik setelah beberapa bulan yang akan datang .
Setelah beberapa bulan kemudian , aku merasa nyaman dengan mereka semua . Tarnyata apa yang dikatakan mama aku itu benar , aku saja yang tidak bisa beradaptasi dengan mereka , ternyata mereka itu tidak seburuk yang aku pikirkan , mereka itu baik-baik , bisa saling mengerti sesama , dan bisa menerima aku apa adanya .
Sejak itu aku merasa nyaman berada di tengah-tengah mereka . Aku sangat menyesal karena sudah berprasangka buruk pada mereka . Kiniaku merasa mereka sudah seperti keluarga ku sendiri .