Minggu, 16 September 2018

Duniaku

Duniawi oh Duniawi.

Semakin lama diri disini,
Semakin tak mengerti,
Apakah ini kejayaan atau kegagalan, kemajuan atau kemunduran, aku tak tahu.
Sungguh membingungkan.

Wahai Indonesiaku, aku hidup di atas kau yang telah bercampur debu dan udara jahanam.
Gelapnya bertebaran hingga ke pelosok negeri, mencari mangsa untuk ber-party.
Merasuki masyarakat kecil yang tak mengerti, begitupun diri ini.

Oh Indonesiaku, dia telah masuk dalam jiwa, meracuni diri, dan mengeraskan hati.
Telah lupa aku pada sang Ilahi.

Kamis, 19 Maret 2015

Contoh Cerpen Pindah Sekolah





                       PINDAH SEKOLAH

    Inilah hari pertama ku menempati tempat tinggal baru dan merasakan suasana baru , dan mungkin sebentar lagi akan merasakan sekolah baru . Alasan aku pindah , karna aku menuruti keinginan ayah ku yang katanya , "agar kita lebih dekat dengan keluarga , karena kekuatan yang besar itu berada pada keluarga" . Sebenarnya sih , aku kurang setuju dengan kebijakan ayahku itu , tapi aku tidak bisa membantah , mungkin dibalik ini semua ada hikmahnya .

    Hari ini adalah hari pertama aku akan masuk sekolah baru , memakai seragam sekolah baru , dan siap-siap melihat teman baru .
"Bii aku takut pergi sekolah !" ujar aku pada bibi ku yang sedang menungguku depan pintu .
"Kenapa ? Kamu ngak usah takut , siapa tau disana temanmu orangnya baik-baik" jawab bibi ku .
"Itukan menurut bibi , kalau mereka tidak seperti yang bibi katakan bagai bagamana ?" ujar aku .
"Sudah... ayo cepat, kalau tidak kita bisa terlambat !" Panggil bibi sambil menyalakan motor .

    Sesampai di Sekolah , aku dan bibi menuju ruangan TU untuk menemui salah satu guru yang akan mengantarkan aku ke ruangan kelas . Ternyata aku ditempatkan di kelas XI IPA 3 letaknya di gedung pertama lantai satu paling ujung dari kiri .
Pertama masuk kelas aku sudah mendapat teman baru yang cukup asyik , mereka adalah Maya , Rany dan Lisa .
Aku satu bangku dengan Rany , dan Maya sama Lisa . Baru saja kenal tetapi kita sudah merasa akrab .
"Kamu pindahan dari sekolah mana ?" Tanya Rany kepadaku .
"Aku pindahan dari SMAN 1 BIMA" jawab aku .
"Kenapa kamu pindah ?" Tanya Rany .
"Hehehe" jawab aku dengan tertawa kecil .

    Setelah beberapa hari aku di kelas XI IPA 3 . Rasanya nyaman , muridnya asyik-asyik , suru dan mereka selalu ketawa . Tapi , pada saat belajar mengajar berlangsung , tiba-tiba datang dua siswa cowok .
"Assalamualaikum pak guru" Salam kedua anak itu .
"Waalaikumsalam nak,,ada apa ?" tanya pak.guru kepada kedua anak tersebut .
"Kita mau panggil siswa baru pak , soalnya namanya ada di absen XI IPA 2" jawab dua cowok itu .
Saat berjalan menuju kelas XI IPA 2 yang berada di lantai dua paling ujung . Saat berada depan kelas XI IPA 2 , aku mengetuk pintu dan terlihatlah seorang laki-laki yang berpakaian seorang guru , dia adalah Pak Iksan guru kimia .
"Sini masuk nak" kata pak Iksan dengan memberikan senyuman .
Aku masuk dalam ruangan itu dengan sangat gugub .
"Perkenalkan nama mu nak " Ujar pak Iksan .
"Perkenalkan nama saya Rigida Firodian" Ucap saya dengan gugub .
"Ya sudah nak , silahkan duduk !" ujak pak Iksan .

    Saat bel keluar main berbunyi , aku merasa sunyi , sepi , tidak ada teman ngobrol , teman becanda , teman tertawa . Tiba-tiba datang seorang cewek cantik yang mau mengajak aku ngobrol , dia itu adalah Laily .
"Hai Rigida" sapa Laily sambil tersenyum .
"Ia... siapa nama kamu ?" tanya aku .
"Nama aku Laily, kamu tinggal dimana?" tanya Laily .
"Aku tinggal di Doro To i " kata aku .
"Oh berarti kamu satu kampung sama Anis" kata Laily .
"Oh ia . Kalau boleh tahu Anis itu yang mana ?" tanya aku .
"Ia dah nanti aku kenalin kamu dan yang lain-lainnya" kata Laily .

    Setelah beberapa hari aku belajar di XI IPA 2 , aku masih saja belum teman ngobrol . Saat itu , aku merasa seperti tidak di anggap di kelas itu .
Aku selalu sedih , dan rindu pada teman-temanku yang dulu .
Karna itu aku tidak konsen dengan pelajaran ku , semua nilai ulangan harian dan mid smester aku anjlok .

     Sampai suatu hari aku mengeluh pada Mama ku .
Aku :"ma aku tidak mau sekolah disitu lagi ! Aku merasa aku tidak dianggap dikelas itu"
Mama : "kamu tidak boleh berpikir negatif begitu nak ! Mama yakin pasti mereka itu orangnya baik-baik , mungkin kamu saja yang tidak bisa beradaptasi dengan mereka"
Aku : "Aku mau pindah aja ma , aku tinggal di rumah Nenek di Melayu"
Mama : "Kamu ngak usah mikir yang aneh-aneh nak , sudah jalani saja! Mama tidak suka kalau kamu menjadi anak yang tidak patuh sama orang tua"
Aku : "Kalau begitu aku harus bagaimana ma ?"
Mama : "Sudah, kamu tetap sekolah disini saja."
Aku : "Aku ngak mau ma !"
Mama : "Kamu itu baru sebentar sekolah di sini , nanti kalau sudah lama kamu pasti akan terbiasa dan merasa nyaman ."

    Setelah aku pertimbangkan , aku memilih untuk tetap sekolah di sini. Aku pikir pindah sekolah pasti perlu biaya lagi dan biayanyapun pasti lebih mahal . Aku tidak mau membebani kedua orang tua ku . Aku juga berfikir mungkin semua akan lebih baik setelah beberapa bulan yang akan datang .

    Setelah beberapa bulan kemudian , aku merasa nyaman dengan mereka semua . Tarnyata apa yang dikatakan mama aku itu benar , aku saja yang tidak bisa beradaptasi dengan mereka , ternyata mereka itu tidak seburuk yang aku pikirkan , mereka itu baik-baik , bisa saling mengerti sesama , dan bisa menerima aku apa adanya .
Sejak itu aku merasa nyaman berada di tengah-tengah mereka . Aku sangat menyesal karena sudah berprasangka buruk pada mereka . Kiniaku merasa mereka sudah seperti keluarga ku sendiri .